| Trading Sytem |
| Written by Chaliq | ||||||||||||||||||||||||
| Friday, 12 February 2010 16:36 | ||||||||||||||||||||||||
|
Menggunakan Pivot Point sebagai bagian dari strategi transaksi telah lama dipergunakan orang terutama oleh para floor trader. Teknik ini merupakan cara yang sederhana untuk melihat arah pergerakan harga berdasarkan perhitungan yang tidak rumit.
Pivot Point merupakan level dimana harga berada pada situasi yang menentukan untuk pergerakan selanjutnya. Dengan menggunakan perhitungan sederhana menggunakan harga tertinggi, terendah dan penutupan harian, maka dapat ditentukan level pivotnya termasuk juga level resistance dan support. Pivot Point menjadi begitu popular digunakan karena bersifat prediktif. Hal ini karena dengan menggunakan patokan harga hari yang lalu akan didapatkan level untuk hari berikutnya. Karena banyaknya pengguna yang memakai, maka seringkali pasar bereaksi pada level pivot ini. Kondisi inilah yang menimbulkan kesempatan bertransaksi. Rumus Dasar Perhitungan Pivot adalah : Resistance 3 ( R3 ) = High + 2 * ( Pivot - Low ) Resistance 2 ( R2 ) = Pivot + R1 - S1 Resistance 1 ( R1 ) = 2 * Pivot - Low Pivot Point ( PP ) = ( High + Low + Close ) / 3 Support 1 ( S1 ) = 2 * Pivot - High Support 2 ( S2 ) = Pivot - R1 + S1 Support 3 ( S3 ) = Low - 2 * ( High - Pivot ) Dari 7 level tersebut yang menjadi perhatian utama adalah Pivot, R1 dan S1. Ide utama menggunakan Pivot adalah :
Contoh strategi menggunakan Pivot Point adalah sebagai berikut :
Penggunaan indikator lain bisa dijadikan sebagai konfirmasi bagi setiap tindakan yang dilakukan saat harga mencapai level pivot maupun support dan resistance.
|
||||||||||||||||||||||||
| Last Updated on Tuesday, 23 February 2010 04:57 |
Kurs IDR
sumber: KlikBCA.com
|
||||||||||||||||||||||||||||||